Santi sepertinya merasa juga bahwa aku kurang bergairah, tidak seperti dulu-dulu.Ketika kami berbaring, ia melihat tanda merah di dadaku. Kalau tidak ada di hotel, kucari dia di kontrakannya. Vidio Porno Kok nggak pernah telpon aku?”
“Kartu nama Mas ditemukan suamiku dan dibuangnya”.Aku mengangguk-anggukkan kepalaku.“Sekarang mau kemana?” tanyaku. Ketika bajunya kubuka dari bahunya, ternyata ia sudah tidak mengenakan pakaian dalam lagi. “Baik. Selama bekerja Santi juga menjadi saluran bagi pemuasan gairahku.Ketika pada suatu hari aku mampir ke rumahnya dia bilang mau menikah dengan seorang pengusaha toko sepatu. Kumohon!”Akhirnya kuputuskan untuk menemaninya sore ini. Dia diberikan modal untuk membuka warung kelontong. sudah malam, aku mau pulang,” kataku. Akupun tahu namanya, Santi, asal T. Kurasakan iapun membalas dengan penuh gairah setiap serangan yang kulancarkan, namun aku tidak tahu apakah dia benar-benar menikmati atau




















