Merinding bulu kuduk saya membayangkan apa maksudnya itu.“Kalau kamu mau, Denok, aku lunasi tagihan kontrakanmu yang dua bulan itu sekalian mbayar untuk bulan depan,” bisik Juragan lagi.Duh, biyung, saya mesti gimana? Bokep Cina Denok, kalau kamu mau kupegang, kutambah dua puluh ribu, ya…”Kedua tangan saya dipegang Juragan, lalu pelan-pelan diletakkan di samping badan saya. “Bagus, Denok. Saya pikir mungkin dua puluh atau lebih. Saya luluh akibat gempuran-gempuran Juragan. Saya digilir mereka berdua di sana. Saya nggak punya pilihan lain…“…mau, Juragan…” saya berbisik, lirih sekali sampai nggak kedengaran. Sanggul yang belum saya copot (apa seharusnya saya copot juga?) ngganjal belakang kepala saya. “Anu… saya…”Juragan melihat saya dengan acuh.




















