Sampai akhirnya aku tak kuasa menahan lahar gunung tamboraku buat meleleh. Sempat kutepuk pantatnya sewaku turun dari mobil. Bokep Tante Kucaplok kaki dan jemarinya, kujilati betisnya yang putih. Sering aku belikan makan siang di kantor, berikut makan malam untuk dibawa pulang. Bangsathh. Semula, ditekuk betisnya erat-2 ke pahanya, dan diangkat tinggi-2 untuk memudahkan gerakanku. Cret, cret, masing saja bergoyang itu pinggul putih. “Ke bawah ajah”, ujarnya sambil melorot badannya dari sofa. Campuran cairan dia dan punyaku. Namaku Par, putra asli Jepara yang sudah sering dan teratur meniduri amoy spgku asal Garut. Digoyang pinggulnya atas bawah lebih mantab dengan pandangan mata yang nakal ke bawah. Bak sutera saja. Terlalu kecil lubang buritnya untuk dipakai. Sembari bergurau kujamah-2 badannya, termasuk pentil dan itilnya. Tersentuh pangkal selangkangannya, resah gerak tubuhnya.




















