“Bet kamu mau mandi ya” Setelah aku toleh ternyata suara itu bersal dari Bu Nia. Bokepin Air yang kami dapatkan berasal dari sungai yang mengalir di dekat lokasi. Kami berjalam beriringan menuju ketempat pemandian di tengah kebun itu. untuk alas” Dia berkata kepadaku dengan nafas tersengal. mu.. Setelah mngecek semua tenda aku berjalan mendekat kearah Bu Nia yang sedang duduk sendiri di depan tenda pembina. Namun tidak disangka tanganku mendarat tepat di salah satu gunung indahnya. Sampailah aku pada hutan yang rimbun itu dan lidahku mencoba menyibak mencari lobang yang paling dicari para lelaki. Kami masih sering melakukannya setiap ada kesempatan.




















