Segera saja aku bergegas ke kamar untuk mengambil cabutan rambut lalu duduk menghadap kearah TV di lantai sambil sandaran di sofa yang diduduki mama.Terus terang, aku paling senang kalau mama sudah mulai mencabuti ubanku, soalnya bisa sampai ngantuk. Film Porno “Tapi… kenapa Maaas?”, tanya mama pura2 enggak mengerti kata-kataku tadi.“Boo.. “Emangnya Mama enggak malu?”… tuh kelihatan?”, sambil kututul puting tetek mama yang terlihat menonjol keluar dari balik baju tidurnya dengan ujung jariku.“Huuuusss, teriak mama kaget. “Apa itu Maaah?”“Yang ini punya mama. Ah, ada bau yang meruap asing di hidungku, segar dan membuatku tambah terangsang. Akhirnya kami tertawa berbarengan dan tiba2 saja ada ketukan di pintu kamar, “Buuuu… sudah siang!”.




















