Setelah melewati puncak, kulayangkan pandangan ke Aluh, Ririn, dan Anik. Bokepin pemecahannya gampang, taruh cermin di atas meja belajar, biar bisa liat mas K. Kami berempat kebetulan memiliki keingintahuan dan kegatelan yang sama tentang masalah hubungan pria dan wanita. Ririn trus tanya apa mahkota kami masih utuh jika udah pernah digituin. Terus Ririn tanya, boleh lihat ‘itunya’ mas? Dan… dia melihatku, tepat saat aku membuka lebar kedua kakiku.Aku tambah semangat. Pergaulan sehari-hari berjalan seperti biasa. Anik membuka jendela, terus menutup gordyn, tak lupa menyalakan semua lampu yang ada. Buru-buru kami pake baju seadanya. Seolah tahu kalo kami suka dipuji, Mas K mengomentari keindahan tubuh kami. Buktinya kami masih bisa mempertahankan mahkota kami sampai lulus SMA. Aluh udah telanjang bulat di atas ranjang sambil mengusap-usap putingnya.




















