“Maria, kamu adalah milikku seorang.. Bokep Rusia Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.“Ohh..Maria.”
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. “Sempurna” katanya dingin. Tersenyum Erik mengecup kepalaku sambil mengelusnya. “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. “Hey Maria, Erik itu ganteng banget ya? “Erik marah..”, pikirku. Mungkin karena puber. Saat itu, aku benar-benar sendirian. “Hhhmm.. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Pintunya terbuka sedikit. Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih?




















