Dengan cepat mataku liar ,memandang mereka yang datang, cakep-cakep. Bokep Ojol Aku menelan ludah. “Bau, Gus….” katanya dengan mimik yang begitu polos. Oh ya, aku paling suka memperhatikan mata seseorang, buat aku mata bisa menceritakan kondisi orang tersebut. Saat itu pikiran normal aku sudah tidak jalan. Bulunya terasa halus (aku baru tahu keesokkan harinya bahwa si Verika berumur 18 tahun!). Ketika Verika membalikkan badannya, jantung aku hampir berhenti berdetak. Aku pegang tangannya. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Tatapan si Verika ini begitu liar dan menantang. “Pesan…” pikir aku, seperti barang saja. Satu seorang perempuan yang baru datang tersebut sangat menarik perhatianku (aku sedikit menyesal sudah memilih Melisex), namanya Verika.










