“Ayo”, ajaknya lagi. Bokep “Ya”, mau kupeluk?”. “Lumayan, ayo mandi juga”, ajaknya. Penisku sudah menegang sejak tadi. Tubuh Dian kupeluk erat dan pinggul kami salingbergoyang. Aku dan Dian duduk berdua di luar tenda sambil membuat api unggun kecil.Dian bersandar di pundakku sambil memandangi bintang-bintang. “Dingin ya Mas”, kata Dian memecah kesunyian. Entahsetan apa yang menuntunku untuk lebih mendekat ke pinggir sungai agar dapatmelihat lebih dekat sosok Dian. Mungkin dia akanorgasme, pikirku. Kuelus tangannya pelan, semakin ke atas. Penisku sudah menegang sejak tadi. Tangannya mencengkeram tubuhku. Penisku kugoyang-goyangkanterus dan Dian mengerang-erang. “Ouhhh Masss…, terusss”, erangnya. Kuelus tangannya pelan, semakin ke atas. “Oh…, Mass…, teruss…,ceppatt.., oh…, lebih keras goyangnyaaa..”, erang Dian. “Ntar deh”.Sekilas aku melihat kain bali yang dipakai Dian tersingkap di air sehinggamemperlihatkan pahanya. Satu kakinya kuangkat. Aku mempercepat




















