Sepasang bibir yang sama-sama mengenakan lipstik tampak sangat tidak wajar saling menempel lekat seperti itu. Kepalanya tepat berada di antara paha milik Nina yang kadang-kadang menutup mengejang menahan geli. Bokep Ojol Ada sedikit suara bisik-bisik singkat yang membuatku mengenali suara itu. Begitu eratnya sehingga baru terlepas perlahan sesaat setelah desahan nafas kenikmatan terakhir mereka berlalu.Aku merasa sudah cukup melihat semuanya. Segera aku keluar dan ketika melewati deretan wastafel aku menyempatkan diri merapikan diri di depan cermin. Ruang kerjaku tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil. Pukul delapan tepat saat aku melirik jam tanganku ketika memasuki pintu kantor. Aku cuma lebih tua setahun darinya. “Eh tau nggak Sar tentang desas-desus Mbak Diana dengan si Nina resepsionis itu?” kata Hendra mulai dengan nada “rumpi”-nya.




















