” Jangan dikeluarin lho?!” pintanya lagi. Bokep Mama Aku tersenyum saja. Penny’ku. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Anisa masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. Menjelang sore, setelah rombongan istirahat sebentar untuk makan dan minum, kami berangkat lagi. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. Anisa menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata
” Aku suka kamu ” Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Guru Anisa (saya memanggilnya Anisa) yang terkenal galak dan judes itu dan anti cowok! Anisa menuntun ‘Mr. Penny’ku sepanjang perjalanan di Taxi itu.










