Istriku pun kelihatannya percaya dan tak mencurigai kalau aku bepergian dengan Bu Evi. Bokep Family Dikasih sejengkal mau sedepa. Tiap hari selalu mengenakan jilbab.Aku dan istriku sama-sama berwiraswasta, tapi lain bidang. Bilangin aja sama orang-orang di sini kalau kita datangnya besok aja.”
“Iya sayang, sekarang ini dirimu lebih penting daripada pemilik tanah itu” bisikku. Aku sering jadi mediator, begitu juga Bu Evi. Payudaranya tidak sebesar payudara istriku tapi tampak indah di mataku, seperti payudara gadis belasan tahun. “Aku pasti ketagihan Pak….soalnya punya Bapak panjang gede gitu…”Kata-kata Bu Evi itu membuat napsuku bangkit lagi. Entah kenapa, suasana sunyi itu membuatku tiba-tiba iseng memegang tangan Bu Evi.“Bisa dua jam kita menunggu di sini, Bu.”
“Iya Pak,” sahutnya tanpa menepiskan genggamanku,
“Sabar aja Pak, dalam bisnis memang suka ada ujiannya.”Aku terdiam, tapi tidak dengan tanganku.




















