Sempit, hangat. Beginikah perasaanmu sesungguhnya? Bokep Itulah Chie. “Chie sudah tidur.”
Kupalingkan wajahku, menatap Jay yang sudah duduk di sebelahku. Pahit dan menyenangkan. Karena bagiku Chie tak lebih dari sekedar bunga mawar yang jingga di antara kumpulan bunga-bunga mawar merah di kebunku. Apalagi di saat-saat seperti ini. “Ray, kapan aku bisa mengalahkanmu?” Jay tersenyum pahit. “Ray, aku menyayangimu.”
Ah, Chie. Kutunggu saat-saat kepalannya menghajarku. Si pemburu gadis-gadis perawan. Kuparkir mobilku di depan pekarangan rumahnya. Matanya menatapku saat aku keluar dari kamar. Ah, Chie. “Ray!” Sebuah suara lirih berbisik di telingaku. Yah, aku sudah merasa cukup senang dengan kehidupanku sekarang tanpa harus terbebani kuliah seperti orang-orang kebanyakan yang lebih memuja akademik daripada skill.“Halo?”
“Ray?”
“Oh, Chie. “Sial lu, Jay.”
Jay tertawa, mengambil tempat di kursi di depanku, menatapku lekat dari ujung rambut sampai ke




















