Aku pura-pura bego.“Abis mau ditumpahin apa Tante?” tanyaku. Bokeb Tante Erna pun setuju, namun aku dan Ci Alicia berangkat duluan.Malam itu kami check-in di salah satu hotel di daerah Thamrin. Jangan-jangan wanita ini benar Natasha. Ahh.. Tante Erna kumat genitnya deh.. Aku sempat berpikir apa dia yang bernama Natasha. Mudah-mudahan kesampean dapat anak laki-laki.thank’s buat kehangatan yang diberikan. Aku merasakan rembesan lendir yang cukup deras dari dalam sana.Hmm.. Aku nggak pernah tau dia tinggal dimana, dengan siapa, bahkan aku tak pernah dikasi nomer telepon rumahnya. Ahh.. Aku merasakan rembesan lendir yang cukup deras dari dalam sana.Hmm.. Natasha?” tanyaku. Wanita itu menggelinjang tak karuan menahan rasa nikmat. Dasar desainer pikirku.Karena hari itu butik Tante Erna tidak begitu ramai, kami bertiga ngobrol-ngobrol sambil minum teh di salah satu ruang santai.“Aduh




















