Aku baringkan dia di tempat tidur itu serta menutup tirai-tirai yang ada di kamar itu serta membiarkannya terikat disitu dengan lampu menyala.“Selamat beristirahat Miranda.. Bokep Thailand Tanpa curiga apa-apa pihak keamanan hanya tersenyum saat aku tiba dan mendorong koperku itu masuk ke lift.. Ku parkir sejenak.. Mmpphh..” jawabnya. Mulutnya hari ittu kembali aku lakban.. Aku berdiri di sisi jalan dengan kepala bertopi dan berkacamata hitam.Secepat kilat aku menyambar mulutnya dengan saputangan yang mengandung cloroform. Atau sesekali membiarkannya terikat rantai anjing itu di sebuah pilar yang ada di apartemanku.Jadi tidak selamanya Miranda terikat seperti manakala pertama kali aku culik. Aku mesti ke kantor nich.. Ooohh..!” desah Miranda. Suasana di jalan relatif sepi di Senin malam itu. Serta merta aku menggenjot tubuh Miranda mulai dari perlahan hingga semakin cepat berirama.“Ooh..




















