Aku jadi kuatir kalau suaranya sampai keluar. Kupandangi wajahnya. Bokep in hehehe.. Terima kasih John, elo emang hebat.. Tapi aku keburu pergi dan mengambilkan baju hangatku untuknya. Ia mengangguk dan perlahan aku putar posisi menjadi 69. Kok tau sih? Kudekap dia sehingga tangisnya teredam di dadaku. Iya nih, buru buru.. gila lo, ke bawah sayang.. kataku sambil menunjuk Andre yang sedang asyik ngobrol dengan peserta lain. Aku jadi ingat Vina mahasiswi yang minta bantuanku menyelesaikan skripsinya dan akhirnya bisa tidur dengannya. Namun di balik itu, sebuah kebiasaan, yang entah ini sudah kebablasan, aku masih suka iseng. Seperti minta persetujuannya, perlahan aku angkat sweater dan tshirtnya.




















