“Periihh..” rintih Melodie pelan sambil menangis meratapi kegadisannya yang telah direnggut paksa oleh Axle. Bokep Ojol “Oke.. Perihh.. Lepaskan diaa.. Tapi Paul malah makin dalam menghujamkan batang penisnya ke dalam liang kemaluanku, aku hanya bisa menangis dan memejamkan mata, merasakan kepedihan yang amat sangat, saat kurasakan cairan hangat menyembur dan memenuhi liang rahimku. “Oke.. Ss.. Ss.. Saya biasa makan siang di sini dengan Pak Paul” komentar Pak Axle. Jangan.. “Iya.. Oughh..” aku mulai siuman dari pingsanku, tapi aku merasakan tubuhku kelu dan pegal, rupanya kedua tanganku terikat ke sebuah tiang yang berada di belakangku dan mulutku di plester dengan lakban, rupanya saat ini aku berada dalam sebuah ruangan yang mirip gudang atau bengkel yang entah berada di daerah mana, dalam keadaan masih setengah sadar samar-samar aku melihat di depanku,




















