Aku yang mulai lanjut Nadya. Hallo om.. Bokep India Aku kembali mencoba tidur dengan bersandar di dinding. Nomer telpon HP mana yang tidak ada nya ? Aku menghisap rokok kretekku dalam2 dan membuang asapnya ke langit2. Sayang kalo udah mau keluar bilang ya. Waduh. Ternyata Nadya menyenangkan jika diajak bicara. Sementara itu Nadya masih menelpon pamannya. Nadya menjelaskan situasinya ke pamannya. Iya om. Hidungnya beradu dengan hidungku. Wajar saja hal ini terjadi mengingat yang masih bujangan di kantor ini selain aku dan Nadya, Cuma ada seorang desainer senior yang selalu tidak beruntung dalam masalah percintaan, dan seorang office boy. Oh sama dia. Melepas kacamatanya dan mulai menitikkan air mata.




















