Kita berdua merasa lemas sekali dan napas kami terasa berat dan terengah-engah, namun Saya merasa puasssss banget saat itu dan seneeenggg banget, dan kayaknya perasaan itu menghinggapi pula pada diri Nidya.10 menit kemudian Saya pamit pulang setelah sekitar sejam Saya dirumahnya, dan dengan berat doi membolehkan Saya pulang, dan sebelum keluar dari kamarnya Saya diberi hadiah kecupan hangat di bibir Saya.,,,,,,,,,,,,,, kamu mau nggak ?””Mau apaa….””Ehhhh…. wahhh kalau doi ngambek bisa bahaya nih…. Bokep Saya duduk di kursi, Nidya di pinggir tempat tidurnya hadap-hadapan dengan Saya. hehehehe…. “Masa sih ?”, kata dia sambil menggigit bibir bawahnya. Tiba-tiba ada satu keberanian dalam diriku sehingga tanganku menjalar ke bawah dan menyentuh dadanya sekali lagi.




















