Ketika kembali ke tmp tidur, Evan melihat bercak darah kevirginanku. Benar saja 2 satpam langsung membukakan pintu, Evan langsung memasukin garasi. Bokep China Nafsuku bangkit, dibawah guyuran air hangat dari shower, Evan menciumi pundakku, dan leherku terkadang dijilatnya telingaku, membuatku bergetar-getar tersengat dengan birahiku. Evan pun memegang perutku namun aku masih pura-pura tertidur.Sampai Evan menyentuh payudaraku pelan, aku malah mendesah namun tetap tertidur akhirnya evan memberanikan diri meremas payudaraku, lagi-lagi aku mendesah saja. “AAAAAAAAAARRRGGHHH” teriak kami berbarengan, saat kami *ternyata* orgasme bersamaan “aasshhh..aaa” sambungku lagi, orgasmeku panjang sekali, aku bisa merasakan penis Evan menyemprot berkedut-kedut di dalam vaginaku.Evan melepas jambakannya dan membiarka tubuhku terkulai. tanpa melepas kancingpun mereka sudah bisa melihat payudaraku secara jelas aku pikir, namun karena hari itu sudah gelap, dan lampu mikrolet remang-remang mungkin putingku tidak










