Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Bokep Indo Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Ucap isteriku kalem.“Iya. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!”




















