Mending kamu ajak orang lain aja deh untuk nemenin kamunya.” ujar Nita pada Nina, lalu padaku, “Yuk Bram, kita sudah ditungguin sama anak-anak loh untuk ngerjain tugas kelompok.“I… Iya…” jawabku. Apalagi sekarang malem jum’at” ujarku iseng menakutinya.PLETAK!!“Aduhh.. Bokeb ‘Kan aku sudah terbiasa sendirian.”“Iya aku paham hal itu, tapi kan kamu gak pernah di rumah sendirian, Nit. Janji ya langsung ngabarin aku.” ujarnya.“Siap, Bos.” seruku sembari memberi hormat.“Ya wes nek gitu. Yang kesakitan siapa? Aku juga bentar lagi mau balik.” sahut Nina sambil tersenyum kearahku. Yang minta maaf siapa? “Kita kan gak sekel..”Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, tiba-tiba ia menginjak kakiku dan mencubit perutku dengan sangat keras.“Aduuhhhh…” erangku kesakitan.“Loh gimana sih, kan kita sekelompok matkul MSDM.” ujarnya lembut namun dengan mata melotot tajam ke arahku.“I… Iya Nit.” jawabku sambil












