Aku kira itu tangan milik si Rei, jadi aku hanya diam dan meneruskan kerjaanku.“Hmm, boleh juga pantat loe”
Ketika aku mendegar bahwa itu bukan suara Rei aku pun kaget dan segera menepis tangan itu. Hari itu aku kuliah sampai jam 9 malam. Bokeb Aku takut tapi aku juga terangsang. “Ooh, mo ke sini ga? Aku hanya melenguh kecil ketika dia meremas payudaraku dengan agak keras. “Cuek aja lah. Aku memang sangat suka menjadi pusat perhatian apalagi gangbang. Aku pun menurut saja. “Ooh, mo ke sini ga? Loe ga suka? Aku merasa kalo tiap kali dia mendorong pantatnya, kepala kontolnya menyentuh dinding rahimku. Mau ga?”
“Bikin lah kalo loe mau” katanya singkat.Ketika aku membuat salad di meja dapur, tangan tangan Rei menjelajahi pantatku. Kemudian, aku mulai membubuhkan make-up tipis di mukaku.




















