Sekilas kami bertatapan, kulihat matanya begitu letih dan mukanya pucat.“Kamu dari sekolah langsung kemari?”“Iya Om.”“Belum pulang ke rumah?”“Belum Om.”“Kemari dulu.” Aku cepat melangkah ke dapur memeriksa lemari es. Aku akan minta penugasanku di sini diperpanjang enam bulan.”“Anakku?”“Anakmu dan anakku.”“Sesudah itu bagaimana?”“Kita serahkan dia untuk diasuh ibumu. Bokep Colmek “Sekarang ya Ermita?”“Hmmh”, dia tersengal.“Om dobrak ya?”“Hmmh”, dia tersengal lagi mengusapkan jepitan pahanya ke panggulku.“Om pecahkan selaput daramu ya sayang? Kudorong ke depannya potongan rendang yang dia terima dengan senang hati dan juga seekor ikan goreng seukuran tapak tangan. Maksudku terjebak oleh salah seorang dari mereka.Dari dapur aku terus ke kamar di sebelah kamar tidurku yang kujadikan ruang kerja, menekuni hingar-bingar lalulintas internet dan tenggelam dalam keasyikan sampai Andi muncul mengejutkanku.“Om saya mau beli nasi bungkus, apa om mau pesan?”“Tidak, om




















