Kembali sabun cair itu dituangkan Pak Anton, namun kali ini ke bongkahan pantat Sasha. Yang kulakukan ini juga demi dirinya dan demi keluargaku!Lagipula, Aldy sudah tidak jujur padaku! Bokepin Atau kamu mau saya yang melepaskan?” hardik Pak Anton, namun Sasha hanya diam terpaku.“Ya sudah kalau begitu!” Pak Anton mendekati tubuh Sasha.Tangan Pak Anton segera melepas kait bra Sasha sehingga bra putih berenda itu pun terlepas dan jatuh ke lantai, menampakkan kedua payudara Sasha yang kini menggantung indah di dadanya.Otomatis kedua tangan Sasha bereaksi cepat menutupi payudaranya. Tolong diserahkan ke Sasha atau Pak Aldy besok.” Jawab Sherly yang kalah dengan kengototan Pak Anton sambil menyodorkan disket itu.“Nah, begitu dong!” Pak Anton tersenyum sambil menerima disket itu dari tangan Sherly.




















