Kuraba punggungnya dengan tangan kiriku, kuelus dengan lembut lalu mengarah ke bawah. Film Porno Stella mengubah posisinya. Aku benar-benar dibuat mabuk kepayang olehnya.Kembali kumasukkan jariku, kali ini dua jari, jari telunjuk dan jari tengahku. “Eh… elo baru dateng?” tanyaku. Dengan pelan sekali, Stella berbisik, “Will, aku suka sama kamu,” dan ia kembali mencium pipiku dan tetap menekan payudaranya pada lengan kiriku. Stella melanjutkan perjalanan lidahnya, naik semakin ke atas, perlahan-lahan. Stella tersenyum manis dan berkesan manja. Stella tidak mengetahui bagaimana asal mulanya. Aku pun merapikan pakaianku sekedarnya. punya kamu besar yach!” aku mengangguk. Perlahan-lahan kemudian kepala Stella mulai naik. Entah sudah berapa orang yang melihat kegiatan kami terutama para supir atau kenek truk yang kami lewati, namun aku tidak peduli.




















