Aku pingin sekali!” Belum sempat aku mengucapkan sepatah kata.Bibir Astrid telah mendarat di bibirku. Tidak boleh ada yang tahu ini. Jav Sub Indo HP-kamu mesti stand-by. Ambil saja! Di kantor, para karyawan demikian segan dan hormat padanya, dan tak pernah ada yang bicara buruk tentang perempuan luar biasa ini.Di mobil, ketika tak sedang menelepon, Bu Astrid tak banyak bicara. Do it!” kata Astrid.Ia membantu dirinya sendiri terlentang dan meraih kepalaku. Entah kenapa ia begitu. Jadi, selama seminggu ini aku akan stand-by di kantor Pak Gino sebagai sopir cadangan. Rumah Pak Gino luar biasa besar dan mewah. Kalau tak ada dinding kaca ini, aku pasti bisa mendengar desah-desah nikmatnya. Ambil saja! Terussss. Bisa kau antar ke hotel?” demikian bunyi SMS itu. Aku menindihnya, menyerang susunya sekali lagi dan membuat Astrid menggelinjang




















