“Snip!” Hendra membalas dengan menjentikan jarinya lalu jari telunjuknya mengarah padaku lalu dengan gaya kartunnya yang agak ngeselin dia mengedipkan matanya sambil berucap,
“See u then.”
Grown up man! Tentunya aku tidak bercermin di deretan wastafel tempat Diana dan Nina tadi karena ada semacam perasaan “emoh” tapi ingin menyentuh ataupun mendekati bekas tempat mereka “bermain” tadi. XNXX Jepang Hendra sudah berkeluarga dengan satu orang putra balita. Lagian baru kali ini khan anak resepsionis yang masih baru udah diundang acara-acara luaran kita,” katanya lagi. “Thank God nggak tuh.. Ndra tolong kamu siapkan berkas penawaran dari suplier sebelumnya and I want it on my desk before lunch time.”Sudah cukup “chit-chat”-nya dan aku kembali ke gaya kantoran lagi.




















