Seketika itu Mba’ Rika terkejut,“ Ka… kamu… ”.Belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, saya memotongnya,“ Saya bersedia memberikan kepuasan kepada Mba’ Erna, saya jamin Mba’ Erna bisa klimaks bila main dengan saya ”, rayuku.“ Kurang ajar, Keluar kamu !!! Kulihat pahanya, putih dan mulus sekali. Bokep India ”, tanya-nya.“ Ini ada hadiah dari saya, saya mau memberikan kemarin tetapi lupa ucapku sambil menunjukkan bungkusan Kaset itu ”, ucapku.“ Oh, baiklah ”, ucap Mba’ Erna sambil bermaksud mengambil bungkusan di tanganku itu.“ Eee…tunggu dulu Mba’, ini isinya Kaset, saya mau lihat apa bisa muter nggak di komputernya Mas Andy ”, ucapku mengarang alasan.Sedikit keberatan kelihatannya, akhirnya Mba’ Erna mempersilahkanku untuk masuk, saya yakin dia juga kurang ngerti tentang komputer. Pada pagi hari itu, setelah saya mandi, saya berpakaian sebaik mungkin, parfum










