Aku segera ke kamar mandi dan mengkhayalkan making love dengan putri boss-ku. Bokepin Pukul 19:30 aku sampai di kantor, lampu sudah dimatikan semua, hanya pos satpam dan ruangan putri boss-ku saja yang masih menyala, aku langsung ke ruangannya.“Selamat malam Bu,” sapaku sopan.“Malam, baru selesai Big?”“Yah Bu, tadi ada kesalahan, jadi harus menunggu.”“Oh”“Sekarang saya mau hitungan dengan siapa, Bu?” tanyaku.“Oh ya Mama sudah pulang, sini saya yang hitung!”Aku meyerahkan semua bon kepadanya.“Saya tunggu di luar, Bu,” aku pamitan.“Silakan,” jawabnya singkat.Aku menuju kantor belakang, ternyata tak ada seorangpun di sana, mungkin sudah terlalu malam. Dibimbingnya senjataku dari belakang, “Dorong, Big!” aku langsung memajukan pingggulku dan senjataku terasa memasuki lorong hangat yang sempit, “Achhh, enak Big, terus yang dalam!” boss-ku makin meracau, sementara aku sendiripun merasakan nikmat yang luarbiasa, jepitan liang




















