“Ya sebentar aja, ntar keburu ada temen-temen.” Jawabnya.Dgn santai aku berkata“Hmmm, Mar, aku ini manusia, bukan sexdoll, aku juga butuh dipuaskan, bukan cuma memuaskan. Video bokep Gila, pingin tertawa dan kaget bercampur.– Akhirnya aku lari kebelakang, ketoilet. 3 tahun aku terus menunggu kamu mau jalan lagi ma aku.” Lanjut Damar.Dia membelai-belai rambutku dgn lembut. Kelimpungan dgn celana melorot sentengah. Hehehehe…” Jawabnya sambil senyum-senyum. “Ooo.” Jawabku singkat.Damar menciumi telinga dan leher ku, dia berusaha merangsang ku.“Be, yuk kekamar.” Ajak Damar. Telfon teman sana sini, tp semua pada sibuk. Semua dgn kegiatan masing-masing. Damar tak sabar, dia membalikkan posisi dgn aku dibawah. Saat mereka membutuhkanku, jam berapapun, aku harus bisa menemui mereka.Sedang apapun aku, aku harus siap menemani mereka. Kadang aku jengkel dan merasa tak adil punya teman yg egois sendiri.




















