Iya Mas Win, enak sekali. Bokep Montok Maen apa Pak?”
“Pokoknya liat aja besok, di jamin Mas Win suka, malah pengen ngerasain”
“Ah Pak Pardi ini bikin penasaran aja” ujarku manja. Bersandar di pohon pisang itu Pak Pardi mulai mengocok kontolnya.Dia mengocok kontolnya dengan gerakan yang cepat dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya terus meraba-raba bulu jembut dia yang ampun banget lebetnya dengan mata yang tertutup dan gumaman keenakan keluar dari mulutnya.“Enak ya Pak?” tanyaku dan aku berada tepat disamping kontolnya. Dia memperbaiki celana kolornya dan berusaha senyum meski aku tahu dia sedikit canggung.“Pak, ini ada titipan dari ayah,” ujarku sambil menyerahkan amplop dari kantong celanaku.




















